Selasa, 13 Mei 2014

Bandung-Bogor-Jakarta Wisata Penuh Pesona

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum W W
            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan perjalanan Wisata Belajar ini dengan baik.
            Laporan perjalanan Wisata Belajar ini saya susun dengan maksud untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia.
            Tidak lupa ucapan terimakasih saya sampaikan kepada :
  1. Bapak Suprapta, S.Pd, selaku ketua Tim Wisata Belajar yang telah bertanggungjawab menjaga keselamatan seluruh peserta Wisata Belajar dari mulai hingga berakhirnya kegiatan ini.
  2. Bapak/Ibu Guru dan pendamping yang telah menjaga siswa siswi selama berada di perjalanan, di lokasi kegiatan, sampai kembali ke sekolah.
  3. Ibu guru pembimbing yang telah membimbing saya dalam menyusun laporan perjalanan Wisata Belajar ini.
  4. Orang tua saya yang telah memberikan dukungan dan doa restunya pada saya, sehingga saya dapat melaksanakan kegiatan Wisata Belajar tanpa suatu halangan yang berarti.
  5. Bapak/Ibu Guru Karyawan SMP N 1 Pengasih yang telah medukung saya dalam kegiatan ini.
  6. Sopir bus Tami Jaya yang rela menahan lelah dan kantuk, yang telah mengantarkan kami selama kegiatan Wisata Belajar dengan selamat.
  7. Pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu kami dalam melaksanakan kegiatan Wisata Belajar dan dalam menyusun laporan ini.
            Pepatah mengatakan “tak ada gading yang tak retak”. Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan perjalanan Wisata Belajar ini masih banyak kekurangan di sana-sini, masih jauh dari sempurna. Maka saya harapkan kritik dan saran yang membangun.

Penulis,
DAFTAR ISI

1.      Kata Pengantar                                                                                    i
2.      Daftar Isi                                                                                              ii
3.      Pendahuluan
a.       Latar Belakang                                                             1
b.      Maksud dan Tujuan                                                                  1
c.       Waktu dan Tempat Pelaksanaan                                               1
4.      Isi
a.       14 Jam Yogya-Jakarta                                                              2, 3
b.      PP Iptek, Surganya Ilmu Pengetahuan                           3, 4
c.       Menilik Sejarah dalam Gerimis Kota Hujan                               4, 5
d.      Kebun Raya Bogor, Wahana Eksplorasi Flora Fauna    5
e.       Istana Pasir ala Pantai Marina Ancol                                         5, 6
f.        Pesona Samudera dari Balik Kaca                                            6
g.       Wisata Religius Masjid Istiqlal                                       6, 7
h.       Puasnya Belanja di Paris van Java                                             7
i.         SMP N 1 Pengasih, Aku Pulaaang...                                         7, 8
5.      Penutup
a.       Kesimpulan, Manfaat, dan Kesan Pesan Wisata Belajar            9
Lampiran                                                                                              10-14


PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
            Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran siswa SMP N 1 Pengasih, maka perlu diadakannya suatu kegiatan yang dapat menunjang siswa dalam memperluas wawasan pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh tidak hanya melalui kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan di luar sekolah.
            Kegiatan Wisata Belajar merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar sekolah dengan melakukan pengamatan yang berkaitan dengan berbagai macam pengetahuan. Berbagai macam pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan umum, fisika, biologi, matematika, dan sejarah.

B.      Maksud dan Tujuan
      Maksud dan tujuan dari kegiatan Wisata Belajar ini adalah :
a.      Agar para siswa mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan tambahan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan umum.
b.     Guna menambah wawasan dan pengalaman siswa.
c.      Melengkapi tugas Bahasa Indonesia.

C.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan
            Kegiatan Wisata Belajar ini dilaksanakan selama empat hari, yaitu pada tanggal 1-4 Juli 2013. Obyek-obyek wisata yang dikunjungi selama pelaksanaan kegiatan Wisata Belajar ini meliputi PP Iptek, Istana Kepresidenan Bogor, Kebun Raya Bogor, Seaworld Indonesia, Ancol, Masjid Istiqlal, dan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut.






ISI

14 Jam Yogya-Jakarta
            Berwisata di bagian barat Pulau Jawa bersama teman-teman sekolah dan Bapak/Ibu Guru, menjadi perjalanan di awal liburan sekolah yang sangat berkesan. Satu hari sebelum keberangkatan, aku telah menyiapkan segala keperluan yang aku butuhkan dalam perjalanan selama 4 hari nantinya.
            Siang hari yang panas yang biasanya aku habiskan dengan bermalas-malasan di depan televisi, kali itu tampak beda. Siang itu usai shalat Dzuhur, aku telah siap dengan satu ransel besar dan sebuah tas kecil yang menggantung di bahuku. Meski terasa berat, namun itu tak menyurutkan niatku untuk segera berangkat ke sekolahku tercinta, SMP Negeri 1 Pengasih. Setelah memastikan semua perlengkapan seperti baju ganti, kamera digital, alat tulis, handphone lengkap dengan earphone, dan sedikit bekalku telah masuk ke dalam tas, akupun segera menuju ke sekolah bersama dengan kedua orang tuaku, untuk persiapan memulai perjalanan menuju Ibukota.
            Di halaman sekolah, banyak teman-temanku yang siap dengan bawaan masing-masing. Tak lama setelahnya, kami berkumpul di halaman sekolah untuk berdo’a bersama, agar Tuhan selalu melindungi kami selama perjalanan hingga kembali tiba di sekolah. Kami berbaris bersama rombongan kami masing-masing membentuk empat barisan. Halaman sekolah yang sebelumnya ramai, seketika menjadi tenang dan khusyu’ ketika Guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Khusnul Wakhid, memimpin do’a bersama.
            Kamipun berjalan beramai-ramai menuju bus Tami Jaya, tak sabar ingin menempatkan diri di kursi bus. Pukul 14.43 WIB, roda bus perlahan-lahan bergerak meninggalkan gerbang SMP Negeri 1 Pengasih, diiringi lambaian tangan dari orang tua yang mengantarkan kami. Tak lama setelah bus berangkat, hawa dingin dari AC(Air Conditioner) segera menyerbu. Namun rasa dingin tersebut segera berganti dengan kehangatan canda tawa rombongan kami, yang terdiri dari 3 kelas siswa perempuan. Tak ketinggalan, pengawas rombongan kami, Bapak Suprapta, Ibu Indrati Sayuta, Ibu Juwariyah, dan Ibu Mulyani, ikut bercanda bersama kami.
             Satu jam kemudian, bus meninggalkan Kabupaten Kulon Progo dan mulai
memasuki Provinsi Jawa Tengah tepatnya Kabupaten Purworejo. Bus terus melaju ke arah barat ditemani langit senja dan lagu yang mengalun lembut dari speaker yang ada di dalam bus.
            Adzan Maghrib baru saja berkumandang saat kami sampai di Rumah Makan Sari Bahari, Gombong, untuk menunaikan ibadah Shalat Maghrib dan mengisi perut dengan hidangan makan malam bersama seluruh rombongan.
            Setelah cukup mengisi perut dan beristirahat, pukul 18.44 WIB seluruh rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Malam itu, kebanyakan dari kami memilih untuk memejamkan mata karena lelah. Alunan lagu masih mengalir mengiringi tidur kami. Pukul 02.19 WIB, kami dibangunkan saat bus berhenti di rest area di suatu POM bensin. Setelah beristirahat kurang lebih 15 menit, rombongan kami melanjutkan perjalanan menuju Graha Pramuka Cibubur.
            Esok harinya, pukul 05.15 WIB, matahari belum terbit, seluruh rombongan telah sampai di penginapan Graha Pramuka Cibubur, yang terletak di tepi Tol Jagorawi ini. Sebagian dari rombonganku mendapatkan kamar di Wisma Kencono Ungu, salah satu dari sekian banyaknya asrama yang terdapat di Buperta seluas 210 ha ini. Suasana lingkungan sekitar penginapan yang lengang memberikan ketenangan tersendiri bagi seluruh peserta Wisata Belajar.
            Pagi itu, 2 Juli 2013, Wisma Kencono Ungu diwarnai dengan teriakan dan gedoran pintu berebut kamar mandi. Meski begitu, antrean tetap dipenuhi gelak tawa kami. Dinginnya air tidak menyurutkan niat kami untuk segera menyegarkan badan setelah perjalanan yang cukup panjang melalui jalur selatan, ± 565 km.
            Saatnya kembali mengisi perut. Sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dadar dan teh panas yang masih mengepul ramah menyapa perut kami yang keroncongan. Denting piring memenuhi Aula Cut Mutiea yang penuh dengan peserta Wisata Belajar. Sesekali terdengar gelak tawa dari peserta Wisata Belajar yang saling berbagi cerita dengan rombongan lain.

PP Iptek, Surganya Ilmu Pengetahuan
          Pukul 08.44 WIB, 4 bus yang membawa seluruh rombongan SMP N 1
Pengasih bergerak meninggalkan penginapan untuk memulai perjalanan menuju PP IPTEK. Jalanan cukup lancar sehingga kami dapat sampai di tujuan dengan cepat. Pukul 09.01 WIB kami memasuki bangunan seluas 42.300 m² yang terletak di kawasan Taman Nasional Indonesia Indah itu. Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi(PP Iptek) yang didirikan atas gagasan Kementerian Riset dan Teknologi ini mengemban misi mencerdaskan masyarakat melalui ilimu pengetahuan dan teknologi. Di dalam PP Iptek ini, kami mendapatkan jawaban melalui berbagai peragaan tentang apa, mengapa, dan bagaimana ilmu pengatahuan dan teknologi diciptakan dan dimanfaatkan untuk umat manusia.
            Masuk ke dalam ruangan serasa memasuki dunia ilmu pengetahuan. Begitu menginjakkan kaki kami disambut dengan berbagai macam alat peraga fisika dan matematika. Di lantai dua, disajikan berbagai peragaan ilmu biologi.
            Sebenarnya masih sayang untuk meninggalkan gedung Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menyimpan berjuta rahasia ilmu pengetahuan yang selama ini belum kami ketahui, namun kami harus melanjutkan perjalanan menuju obyek wisata selanjutnya.

Menilik Sejarah dalam Gerimis Kota Hujan
            Gerimis mulai turun dalam perjalanan kami menuju Kota Hujan, Bogor. Pukul 11.28 WIB seluruh rombongan masuk ke dalam kawasan Istana Kepresidenan Bogor. Rombongan kembali dibagi menjadi dua rombongan, putra dan putri. Masing-masing rombongan mendapatkan seorang guide.
            Ditemani gerimis kami mulai menjelajahi bangunan megah seluas 28,4 hektar yang berdiri di atas tanah seluas 14.892 m² di Jalan Ir. H. Juanda No.1, Paledang, Kota Bogor Tengah, Bogor, sekitar 60 kilometer dari Jakarta. Istana yang dibangun pada tahun 1744 ini, memiliki 37 bangunan diantaranya, Gedung Induk, Gedung Utama Sayap Kiri, Gedung Utama Sayap Kanan, Paviliun Sayap Kiri, Paviliun Sayap Kanan, dan gedung-gedung lainnya.
            Setelah mendapatkan penjelasan singkat mengenai sejarah berdirinya Istana Kepresidenan Bogor ini, rombongan kami memasuki Ruang Teratai yang menjadi saksi bisu kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat ke-43, George W. Bush. Di dalamnya terpajang foto-foto presiden yang pernah menjabat mulai dari Ir. Soekarno sampai presiden saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Di Ruang Teratai ini juga terdapat dua buah cermin datar yang saling berhadapan sehingga menciptakan bayangan yang tak terhingga jumlahnya, dikenal dengan sebutan “Cermin Seribu Bayangan”.

Kebun Raya Bogor, Wahana Eksplorasi Flora Fauna
            Usai menunaikan ibadah shalat Dzuhur di suatu mushola yang terdapat di dalam kawasan Istana Kepresidenan Bogor, kami berjalan kaki di trotoar jalan Ir. H. Juanda untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor.
            Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Selain itu di sana juga terdapat Museum Zoologi yang berisi berbagai spesies hewan yang telah diawetkan, meliputi mamalia, aves, dan reptil.
            Pukul 15.30 WIB, kami meninggalkan Kebun Raya Bogor untuk kembali ke penginapan Graha Pramuka Cibubur. Pukul 17.00 kami sampai di penginapan. Beberapa dari kami langsung mandi sedangkan yang lainnya memilih untuk bermain-main dengan teman-teman yang lain. Kurang lebih jam tujuh malam, seluruh rombongan beserta Bapak/Ibu Guru dan Pendamping menyantap makan malam di Ruang Makan Ken Dedes yang tertelak tidak jauh dari Wisma Kencono Wungu. Kembali ke dalam asrama, satu per satu dari kami memejamkan mata dan segera terbuai dalam mimpi.

Istana Pasir ala Pantai Marina Ancol
            Hari ketigaku di Jakarta, 3 Juli 2013, aku dan teman sekamarku bangun pagi-pagi sekali untuk segera mengemasi barang-barang ke dalam tas. Karena setelah touring ke Ancol dan Masjid Istiqlal, seluruh rombongan akan meneruskan perjalanan kembali menuju sekolah. Usai mandi pagi dan mengisi perut, pukul 08.30 WIB seluruh rombongan segera bergerak menuju Jakarta Utara. Tidak lebih dari ½ jam kami telah menginjakkan kaki di pasir putih di Pesisir Pantai Marina Ancol.
            Menggunakan perahu kecil kami berputar-putar mengelilingi pantai. Namun sayang, tidak ada satupun ombak yang menghiasi perjalan kami. Saat kaki mulai menyentuh pasir, aku tergelitik untuk bermain pasir layaknya anak kecil. Bersama teman-temanku, aku membangun sebuah istana dari pasir putih. Sedang asyik bermain pasir, kami mendengar panggilan dari pengawas Wisata Belajar untuk segera berkumpul menuju bus. Pukul 10.30 WIB, kami meninggalkan hamparan pasir putih Pantai Marina Ancol untuk menuju ke Seaworld Indonesia.

Pesona Samudera dari Balik Kaca
            Memasuki Seaworld Indonesia pada pukul 10.45 WIB, kami mengantre satu per satu untuk memasuki Seaworld Indonesia yang merupakan sebuah miniatur pesona laut yang terdapat dalam kompleks wisata pertama di Telaga Golf dan kedua terpadu Ancol Jakarta Baycity.
            Dibangun di atas tanah seluas 3 hektar pada tanggal 2 Oktober 1992, Seaworld Indonesia mulai beroperasi pada tanggal 3 Juni 1994. Gedung seluas 4.500 m² ini menyediakan berbagai macam akuarium, lorong Antasena (lorong bawah air), dan bermacam fasilitas pelengkap untuk pengunjung seperti tempat makan, toko souvenir, dan ruang serba guna.
            Akuarium utama yang berukuran 38 x 24 m dengan kedalaman 4,5-6 m memelihara 35.500 ekor ikan laut Indonesia. 35 spesies ikan hidup dalam 5.000.000 ℓ air laut. Akuarium ini tercatat sebagai akuarium air laut terbesar ke-dua di Asia Tenggara. Seaworld Indonesia juga menyajikan sensasi pemandangan bawah laut yang menakjubkan dalam Lorong Antasena, lorong bawah air sepanjang 80 m yang dioperasikan dengan pijakan berjalan otomatis dengan kubah tembus pandang.

Wisata Religius Masjid Istiqlal
            Sekitar pukul 14.20 WIB, kami memasuki kompleks masjid terbesar di Asia Tenggara yang didirikan tanggal 24 Agustus 1951, untuk melaksanakan ibadah shalat Dzuhur dan ‘Asar. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan. Masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional. Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta.
            Melalui pintu Al-Fattah, kami memasuki bangunan utama masjid yang terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar yang bermahkotakan kubah besar berdiameter 45 m. 12 pilar besar menopang kubah tersebut membentuk formasi lingkaran. Rumah Allah yang mampu menampung 200.000 jamaah ini memiliki menara tunggal setinggi 96,66 m, di sudut selatan selasar masjid.
            Usai menunaikan shalat berjamaah, kami meninggalkan masjid megah ini pada pukul 15.00 WIB menuju Bandung.

Puasnya Belanja di Paris van Java
            Kedua jarum jam tanganku menunjuk angka 9 saat kami tiba di Cibaduyut salah satu satu ikon Kota Bandung dalam urusan kerajinan sepatu dan kerajinan kulit lainnya. Cibaduyut adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Pusat perbelanjaan sepatu Cibaduyut mendapatkan kehormatan menyandang gelar pasar penjualan sepatu terpanjang di dunia. Meski kawasan ini sudah ada sejak zaman penjajahan namun baru pada tahun 1989 pemerintah RI meresmikan Cibaduyut ini sebagai daerah tujuan wisata.
            Cibaduyut mampu menarik minat wisatawan dengan maskotnya, patung sepatu besar yang berdiri di perempatan Leuwipanjang-Cibaduyut. Udara malam Kota Belanja menemani langkahku menyusuri kios-kios jalanan. Meskipun hanya kios-kios kecil, namun barang-barang yang ditawarkan tak kalah dengan produk-produk impor. Dalam rintik gerimis aku memuaskan hasrat berbelanjaku. Kembali ke bus pada pukul 21.43 WIB, tanganku penuh dengan plastik oleh-oleh.

SMP N 1 Pengasih, Aku Pulaaang...
            Tidak sampai lima menit kemudian, bus mulai berjalan meninggalkan Cibaduyut. Alunan musik reggae mengajak kami bergoyang di sepanjang perjalanan pulang kami. Seperti tanpa lelah kami terus bercanda ria hingga hampir tengah malam.
            Memasuki daerah Nagrek, tidak banyak dari kami yang masih terjaga. Perjalan sedikit tersendat karena jalanan macet. Aku berusaha menikmati malam yang dingin ini karena sulit untuk memejamkan mata. Setelah perjalanan kembali lancar, akupun terlelap dalam buaian mimpi.
            Saat aku terbangun, kami sudah memasuki wilayah Cilacap. Lembutnya sinar mentari pagi mengawali 4 Juli 2013 ini. Kurang lebih pukul 09.00 WIB, kami mampir ke sebuah tempat pembuatan Getuk Sokaraja di daerah Banyumas. Puas mencicipi dan memborong oleh-oleh khas Jawa Tengah itu, kami tak sabar segera melanjutkan perjalanan pulang.
            Beberapa menit dari pukul 11, kami disambut gerbang selamat datang di Yogyakarta. Rasa rindu pada atmosfer Yogyakarata segera terobati. Kamipun mulai mengemasi barang dan oleh-oleh kami. Tidak lebih dari ½ jam, seluruh bus telah memasuki Jalan Projomartani. Setelah mengucapkan syukur, kami segera keluar dari bus. Begitu keluar dari bus, aku mendapat pelukan hangat dari ibuku.
            Sungguh, perjalanan 4 hari bersama teman-teman, yang mengajarkan rasa berbagi, kesetia kawanan, dan memberi pengalaman yang tak terlupakan.


















PENUTUP

Kesimpulan, Manfaat, dan Kesan Pesan Wisata Belajar
            Kegiatan Wisata Belajar yang diselenggarakan pada tanggal 1-4 Juli 2013 yang melibatkan siswa kelas VIII dan Bapak/Ibu Guru dan Pembimbing dari SMP N 1 Pengasih ini membawa banyak sekali manfaat kepada siswa. Selain mendapatkan pengalaman yang belum tentu bisa diperoleh siswa sekolah lain, siswa juga mendapatkan tambahan pengetahuan, baik pengetahuan yang berkaitan dengan materi pelajaran dalam kelas maupun pengetahuan umum.
            Hanya saja sebaiknya, kegiatan mengunjungi obyek wisata sebisa mungkin disesuaikan dengan jadwal yang telah diberikan. Lepas dari masalah itu, perjalanan selama 4 hari ini, telah memberikan banyak sekali wawasan baru kepada siswa.

































LAMPIRAN





Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(PP Iptek)

                                
Ikon PP Iptek                                                          Wahana peragaan biologi
                         
Alat peraga pencahayaan                                         Alat peraga penjumlahan
   
Foto dan patung ilmuwan masa lalu



Istana Kepresidenan Bogor

                            Halaman depan Istana Kepresidenan Bogor

Kebun Raya Bogor
                 
                 
Koleksi Museum Zoologi Kebun Raya Bogor




Pantai Marina Ancol

  
Suasana Pantai Marina Ancol                     Perahu yang membawa wisatawan                                                                    berkeliling pantai

Seaworld Indonesia
       
Akuarium utama                                            Lorong Antasena
  
Dugong dugon            (sapi laut)                                      Wahana sentuh ikan




Masjid Istiqlal
                                 Bangunan utama Masjid Istiqlal


Gereja Katedral yang terdapat di seberang Masjid Istiqlal

1 komentar :